Selamat Datang Di Website Lawupost.com (Menyatukan Inspirasi Dan Motivasi) Campak dan Rubella Dapat Menyebabkan Komplikasi yang Serius | Lawu Post

Campak dan Rubella Dapat Menyebabkan Komplikasi yang Serius

Jumat, 10 November 20170 komentar

Ciamis (LawuPost.Com) - Seiring dengan kampanye imunisasi campak dan rubella yang digembor-gemborkan akhir-akhir ini oleh pemerintah, masyarakat berbondong-bondong membawa anak mereka ke puat kesehatan terdekat baik puskesmas ataupun rumah sakit. Namun sayang tidak sedikit dari mereka yang sama sekali belum mengenal lebih jauh tentang kedua penyakit yang berbahaya ini.

Ditemui di sela-sela kesibukan pemeriksaan pelayanan yang diberikan oleh para dokter dan perawat kepada pasien-pasien yang akan di vaksin campak dan Rubella di RSUD Ciamis, dr. H. Aceng Solahudin Ahmad, M.Kes, menjelaskan bahwa campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi yang menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus campak dan Rubella. “Campak dan Rubella sangat menular, itulah sebabnya anak-anak di atas usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun perlu mendapatkan imunisasi ini, karena anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi ini sangat beresiko tertular penyakit ini, “ujarnya.

Gejala penyakit campak, kata H. Aceng, adalah demam, kulit kemerahan, mata merah disertai pilek. Sementara Rubella gejalanya tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala, namun umumnya mirip dengan flu. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius dari yang ringan hingga berat, parahnya campak dapat menyebabkan radang otak, kebutaan hingga kematian. Sementara itu Rubella akan sangat berbahaya jika menulari ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. “Banyak orang tua yang merasa takut akan efek samping imunisasi campak dan rubella yang mungkin terjadi pada anaknya pasca imunisasi, mereka adalah orang tua yang kurang mendapat informasi mengenai imunisasi ini, “ katanya.

Faktanya, tegas H. Aceng, imunisasi campak dan rubella atau dikenal dengan Measles Rubella (MR) tidak memiliki efek samping yang berat, anak-anak mungkin demam atau ada ruam merah, namun semua itu akan menghilang dalam waktu 2-3 hari setelah penyuntikan dan itu semua adalah reaksi yang sangat normal.

Menurutnya, mengapa kampanye imunisasi MR ini dilakukan, alasannya dalah selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak dan rubella, imunisasi MR ini akan masuk jadwal imunisasi rutin dan akan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas satu Sekolah Dasar. “Imunisasi pada dasarnya diperbolehkan oleh agama, sebagaimana fatwa MUI yang mengatakan bahwa imunisasi merupakan salah satu bentuk usaha manusia mewujudkan kekebalan tubuh mencegah terhadap penyakit tertentu, dalam hal jika seseorang tidak diimunisasi akan mendapatkan kecacatan, penyakit berat hingga kematian,” tuturnya.

Oleh sebab itu, H. Aceng berharap seluruh anak di Indonesia bisa mendapatkan imunisasi ini. Selain menurunkan angka kematian dan angka kecacatan yang disebabkan penyakit campak dari Rubella juga agar nak-anak Indonesia tumbuh sebagai generasi anak yang sehat dan cerdas. (mamay)
Share this article :

Posting Komentar

NUSANTARA BERSATU

NUSANTARA BERSATU

KODAM III/ Siliwangi

EDISI TABLOID CERDAS

EDISI TABLOID CERDAS
 
Support : Creating Website | Lawupost | Lawupost Template
Copyright © 2011. Lawu Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lawupost Template
Proudly powered by Lawupost