CIMAHI, LAWU POST.COM– Program Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda atau PAWANG RONDA menjadi salah satu ruang komunikasi yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menyebut program tersebut membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
Menurut Wahyu, pendekatan melalui PAWANG RONDA membuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat berlangsung lebih cair. Pertemuan yang digelar di lingkungan warga memberikan kesempatan bagi masyarakat menyampaikan kondisi yang mereka hadapi tanpa harus melalui jalur birokrasi yang panjang.
“Tak perlu datang ke kantor, pimpinan kota kini yang datangi warga. Ini cara kami memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Wahyu, Rabu malam (2/9/2026) di Kelurahan Pardasuka.
Wahyu mengatakan, kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat juga memberikan ruang untuk mengetahui persoalan secara lebih dekat. Aspirasi yang disampaikan warga dapat didengar langsung sehingga pemerintah maupun unsur terkait memiliki gambaran mengenai kebutuhan dan persoalan yang terjadi di lapangan.
Ia menilai pos ronda dan ruang berkumpul masyarakat tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat menjaga keamanan lingkungan. Melalui PAWANG RONDA, ruang tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Konsepnya dialogis. Kami ajak dialog, kami terima, kami hadapi perwakilan warga yang masuk, dan kami akan mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan. Aspirasi warga harus direspons, terlepas masuk program atau tidak,” tegasnya.
Beragam persoalan kemudian menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya menyangkut keamanan lingkungan, penguatan Siskamling, peredaran narkoba dan obat keras terlarang, persoalan rumah indekos di sekitar kampus Unjani, penggunaan knalpot brong hingga persoalan drainase.
Wahyu menegaskan, aspirasi masyarakat tidak selalu harus berujung pada program pemerintah. Namun, setiap persoalan yang disampaikan tetap penting untuk didengar dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Menurutnya, keterlibatan warga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi keamanan di lingkungan. Informasi yang berasal dari masyarakat dapat membantu aparat mengetahui lebih cepat apabila terdapat potensi gangguan maupun persoalan yang membutuhkan penanganan.
"Dengan pola komunikasi seperti PAWANG RONDA, Wahyu berharap hubungan antara masyarakat dan pemerintah semakin terbuka. Warga memiliki ruang untuk berbicara, sementara pemerintah dan unsur Forkopimda dapat memperoleh masukan langsung sebagai bahan dalam menentukan langkah penanganan berbagai persoalan di wilayah Kota Cimahi," tandasnya. (**)

