-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Ngatiyana Gas Pembangunan SMPN 14: Dikawal Kejari, SMPN 15 Menyusul

Jumat, 04 September 2026 | 01.14 WIB Last Updated 2026-09-03T18:14:39Z


CIMAHI,LAWU POST.Com– Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Cimahi memastikan pembangunan sektor pendidikan tidak berhenti. Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan pembangunan SMP Negeri 14 terus dikebut, sementara rencana pembangunan SMPN 15 di Cibeber dan SMPN 12 ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.


Komitmen tersebut disampaikan Ngatiyana saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan SMPN 14 Cimahi, Rabu (3/9/2026). Pembangunan sekolah baru ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Cimahi dalam menjawab kebutuhan sarana pendidikan sekaligus pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.


Ngatiyana mengungkapkan, SMPN 14 sejatinya dirancang memiliki tiga lantai. Namun, akibat keterbatasan kemampuan anggaran, pembangunan tahap awal baru mampu direalisasikan sebanyak dua lantai dengan 10 ruang kelas.


“Sudah kita banyak membangun dan tahun ini alhamdulillah masih bisa membangun SMP Negeri 14 yang mana rencananya sebenarnya tiga lantai. Tapi dengan kemampuan anggaran yang dimiliki baru mampu dua lantai,” ujar Ngatiyana.


Meski demikian, Ngatiyana tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi alasan pembangunan berhenti. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Cimahi untuk terus membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna melanjutkan pembangunan lantai berikutnya.


“Saya harapkan nanti Kadisdik, yang satu lantai ya sudah, pokoknya minta-minta lagi saja. Kita kan enggak malu minta ke pemerintah pusat atau provinsi, yang penting dimanfaatkan untuk masyarakat,” tegasnya.


Pembangunan SMPN 14 yang berlokasi di Jalan K.H. Usman Domini tersebut dilaksanakan selama 188 hari kalender, terhitung sejak 27 Juli hingga 31 Desember 2026. Proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan Kota Cimahi tahun ini.


Tak hanya membangun, Ngatiyana memastikan proyek tersebut tidak berjalan tanpa pengawasan. Pemkot Cimahi menggandeng Kejaksaan Negeri Cimahi untuk melakukan pendampingan hukum agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan dan terhindar dari persoalan di kemudian hari.


“Pembangunan SMP Negeri 14 ini menggunakan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Kota Cimahi sehingga nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Ngatiyana.


Ia juga meminta unsur Forkopimda, termasuk Polres Cimahi dan Kodim, turut memberikan perhatian terhadap keamanan dan kelancaran pembangunan. Menurutnya, proyek pendidikan merupakan kepentingan bersama karena menyangkut masa depan generasi Kota Cimahi.


“Tolong diawasi juga bagaimana keamanan dan sebagainya. Pak Dandim juga, jadi sama-sama melaksanakan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.


Untuk tahun berikutnya, Ngatiyana telah menyiapkan agenda pembangunan dua sekolah baru, yakni SMPN 15 di wilayah Cibeber dan SMPN 12. Pembangunan SMPN 15 sebelumnya direncanakan dimulai tahun ini, namun harus tertunda akibat persoalan ketersediaan lahan.


“Tahun depan kita juga punya rencana akan mendirikan SMP Negeri 15 yang ada di Cibeber. Seharusnya memang tahun ini, cuma berkendala mengenai lahan, akhirnya anggarannya sementara kita alihkan dulu ke sini,” jelasnya.


Sementara itu, untuk pembangunan SMPN 12, Ngatiyana bahkan telah membuka opsi pemanfaatan lahan di kawasan depan Mal Pelayanan Publik apabila persoalan lahan di lokasi sebelumnya belum menemukan solusi.


“Kalau memang tidak ada lahan, depan Mal Pelayanan Publik ada lahan. Itu bisa saja untuk sekolah SMP Negeri 12,” ujarnya.

Ngatiyana menegaskan, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia meminta kontraktor maupun pengawas proyek bekerja secara profesional dan memastikan seluruh pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.


“Saya minta kepada siapa pun kontraktornya, siapa pun pengawasnya, kualitas dan sesuai spek saja, sehingga nanti selesai dibangun sekolah ini awet sampai kapan pun,” tegas Ngatiyana.


Selain pembangunan pendidikan, Pemkot Cimahi bersama Forkopimda juga terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui program Pawang Ronda. Dalam program tersebut, jajaran pemerintah dan aparat turun langsung ke lingkungan warga untuk menyerap persoalan sekaligus mencari solusi.


Ngatiyana menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah dan Forkopimda terhadap masyarakat. Bahkan, jajaran pimpinan daerah turun hingga malam hari demi memastikan persoalan warga dapat diketahui secara langsung.


“Ini sebuah kepedulian. Malam-malam datang meninggalkan anak istri sampai jam sembilan, jam sepuluh, karena apa? Cintanya terhadap masyarakat Kota Cimahi,” ujarnya.


Upaya pemberantasan penyakit masyarakat juga terus dilakukan. Ngatiyana menyoroti keberhasilan aparat dalam mengungkap dan memusnahkan ribuan botol minuman keras serta ratusan ribu butir obat-obatan terlarang yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.


“Bukan masalah harganya. Masa depan anak-anak kita diracuni, itu akan masa depannya hancur,” tegasnya.

Ngatiyana menambahkan, pembangunan pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga keamanan merupakan kebutuhan dasar yang harus terus diperjuangkan meskipun pemerintah sedang menghadapi tantangan efisiensi anggaran.


“Inilah bentuk nyata bahwa kita tetap mengedepankan kebutuhan dasar, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur,” pungkas Ngatiyana.

Dengan pembangunan SMPN 14 yang dikawal lintas institusi serta rencana pembangunan SMPN 15 dan SMPN 12, Pemkot Cimahi menunjukkan sinyal kuat bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan investasi untuk masa depan generasi muda. (**)