-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketum Paguyuban Cepot Motah Resmikan 28 UMKM, Siap Gelar Festival Budaya dan UMKM di Jalan Braga

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22.16 WIB Last Updated 2026-08-02T15:16:10Z


BANDUNG -LAWUPOST- Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelestarian budaya Sunda sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran UMKM 28 yang disampaikan kepada awak media saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat BBC Tahun 2026 di Hotel Horison Bandung, Jalan Pelajar Pejuang No. 202, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).


Tommy Subagja menjelaskan, UMKM 28 dibentuk sebagai wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing.


«"Kami ingin menjadikan sosok Cepot bukan hanya sebagai ikon budaya Sunda, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan ekonomi masyarakat melalui kreativitas, inovasi, dan semangat gotong royong," ujar Tommy.»


Fokus Pengembangan Kuliner dan Produk Lokal


Pada tahap awal, UMKM 28 menghadirkan berbagai produk unggulan, di antaranya Cilok Cepot, Seblak Cepot, aneka jajanan tradisional, minuman kekinian, serta berbagai produk kreatif hasil pelaku UMKM lokal yang dikemas secara higienis dan berkualitas.


Selain membuka peluang usaha, UMKM 28 juga memberikan pembinaan kepada para anggotanya melalui pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan jaringan distribusi secara offline maupun online.


Siap Gelar Festival Budaya dan UMKM di Jalan Braga


Sebagai bentuk tindak lanjut dari program pemberdayaan tersebut, Paguyuban Cepot Motah akan menggelar kegiatan bertajuk Festival Seni Budaya Sunda dan Bazaar UMKM pada 16 Agustus 2026 di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung.


Kegiatan ini akan menjadi ajang kolaborasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat dengan menghadirkan berbagai rangkaian acara, antara lain:


- Bazaar produk UMKM lokal yang menampilkan kuliner, kerajinan tangan (craft), produk fesyen, hingga berbagai pernak-pernik khas Sunda.

- Pertunjukan seni dan budaya Sunda dengan menampilkan ikon Cepot dan seni Wayang Golek sebagai daya tarik utama.

- Berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, seperti panggung hiburan rakyat, perlombaan, serta aktivitas interaktif yang melibatkan masyarakat.


Tommy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Sunda.


"Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguatkan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat naik kelas, budaya Sunda semakin dikenal luas, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya," ungkapnya.


Sekretariat Paguyuban Cepot Motah berlokasi di kawasan Miko Mall, Jalan Raya Kopo No. 599, Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

(Red)/kkjn