CIMAHI,LAWU POST.COM – Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menyoroti peran musisi jalanan yang selama ini ikut menghidupkan denyut kota. Menurutnya, para seniman jalanan bukan hanya penghibur, tetapi juga bagian dari ekosistem kreatif yang layak mendapat tempat dan penghargaan lebih layak.
Wahyu menilai keberadaan musisi jalanan mampu mengubah ruang-ruang publik menjadi lebih hidup. Trotoar, taman, hingga sudut kota bisa menjadi panggung alternatif yang memberi warna tersendiri bagi warga Cimahi yang melintas. Karena itu, pemerintah perlu hadir memberi fasilitas, bukan membatasi.
“Kita tidak boleh menutup mata. Mereka punya karya, punya talenta, dan punya kontribusi. Tugas kita adalah menyiapkan ruang agar mereka bisa tampil dengan bermartabat,” tegas Wahyu.
Dorongan ini sejalan dengan semangat Cimahi sebagai kota kreatif. Beberapa waktu lalu, Disbudparpora bersama Dewan Kebudayaan Kota Cimahi menggelar Sarmuci Festival 2025 yang melibatkan 27 grup musisi lokal dengan 24 genre berbeda. Event seperti ini, kata Wahyu, harus diperbanyak dan dijadikan agenda rutin.
Tak hanya panggung, Wahyu juga menekankan pentingnya apresiasi secara ekonomi. Musisi jalanan yang sudah tersertifikasi dan punya karya orisinal berhak mendapat royalti ketika lagunya diputar di ruang publik seperti kafe, hotel, atau pusat perbelanjaan. “Kalau karyanya bagus dan dipakai banyak tempat, hak mereka harus dibayar. Itu bentuk penghargaan paling konkret,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Bambang Purnomo sebelumnya juga menerima aspirasi serupa dari para musisi. Mereka mengeluhkan minimnya akses tempat berkarya dan kesulitan memperoleh penghasilan tetap. Bambang menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Wali Kota untuk mewujudkan konsep wisata musik di Cimahi.
"Pemkot Cimahi sendiri sudah menegaskan komitmennya pada industri kreatif. Saat peringatan Hari Musik Nasional, Plt. Wali Kota Dikdik S. Nugrahawan mengajak masyarakat menjadikan musik sebagai bagian dari produk budaya yang bernilai ekonomi. Kreasi musik, katanya, bisa memperkuat identitas sekaligus menggerakkan sektor UMKM," kata Wahyu.
Wahyu berharap sinergi antara DPRD, Pemkot, dan komunitas seni semakin solid. Dengan begitu, musisi jalanan tidak lagi dipandang sebagai pengganggu, melainkan sebagai aset kota yang mampu membawa nama Cimahi ke level lebih tinggi.
“Mimpi kita sederhana: Cimahi jadi rumah yang nyaman bagi semua seniman. Ada panggungnya, ada apresiasinya, dan ada masa depannya,” pungkas Wahyu Widyatmoko.(**)

