Selamat Datang Di Website Lawupost.com (Menyatukan Inspirasi Dan Motivasi) Pendidik Papua Kunjung Belajar Ke Sekolah Maros dan Makassar Sulsel | Lawu Post

Pendidik Papua Kunjung Belajar Ke Sekolah Maros dan Makassar Sulsel

Selasa, 25 Agustus 20150 comments

Maros (LawuPost) Begitulah ujar Satriani Arsyad, guru SD Inpres 62 Gaya Baru, Manokwari Selatan,  Papua Barat, sambil berurai  air mata menceritakan hasil pengamatannya  setelah mengunjungi kelas-kelas di  SDN 105 Alatengae, Maros.  “Saya melihat sendiri, anak-anak begitu antusias menjawab pertanyaan, mengacungkan tangan dan juga aktif belajar dalam kelompok. Mereka riang menjawab semua tugas. PAKEM telah dilaksanakan dengan baik  di tempat ini, dan kami merindukan seperti ini terjadi di Papua,” ujarnya terisak.
 
Namun dia juga menyadari besarnya  kendala yang dihadapi di Papua, mulai dari fasilitas yang kurang menunjang dan  kurangnya kualitas SDM. Dia berharap pemerintah daerah dan  USAID membantu memperbaiki keadaan tersebut.  Ibu yang lahir di Sulut ini merupakan  salah satu peserta rombongan pendidik Papua Barat dari Manokwari Selatan yang ikut kunjung belajar di dua SD di Maros yaitu SDN 105 Alatengae dan SDN 111 Polejiwa Maros dan SDN Gunungsari Baru Makassar, Sulsel (25-26/8). Mereka mempelajari  model pembelajaran di sekolah, manajemen sekolah, dan bentuk dukungan pemerintah untuk pendidikan.

Simson Arrongear, Kepala Dinas Pendidikan Manokwari Selatan, yang ikut dalam rombongan berharap study banding  pendidik Papua ke Sulsel ini bisa menginspirasi dan melecutkan semangat perubahan ke para peserta. “Banyak perubahan dalam program pendidikan harus dilakukan di Papua.  Hasil-hasil kunjungan ini juga bisa dijadikan bahan  menyusun rencana strategis pengembangan pendidikan di Manokwari Selatan,” ujarnya.

Dia juga mengakui bahwa kondisi di Papua sangat jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah di luar Papua. Namun tantangan  yang besar disana  tak seharusnya menurunkan semangat perubahan tersebut. “Kita tidak boleh putus asa. Kita harus memperbaiki kondisi ini dari kita sendiri dulu, dengan memperteguh komitmen meningkatkan kualitas pendidikan disana,” tegasnya penuh harap.

Berbagi pengalaman program pendidikan, di hadapan para peserta study visit, Kepala Dinas Pendidikan Maros, Ashar Paduppa  menyatakan  bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.  “ Untuk mendukung perubahan model pembelajaran dan manajemen sekolah berdasarkan pelatihan USAID PRIORITAS, pemerintah kabupaten Maros telah menghabiskan dana kurang lebih I milyar. Dana tersebut untuk melatih kurang lebih 1800 pendidik di Maros,” ujarnya.

Agar dukungan itu besar, menurutnya sangat penting membuat bupati memahami  program yang dijalankan USAID PRIORITAS. “Salah satu strategi kami untuk mendapatkan dukungan yang besar dari Bupati, adalah memberi pemahaman utuh program USAID PRIORITAS kepadanya. Setelah dia tahu,  dia  memutuskan besaran dukungan  yang diberikan,” ujarnya.

Rombongan kunjung belajar terdiri dari 22 orang  dari unsur kepala sekolah,  guru dan calon fasilitator daerah pelatihan pendidikan Manokwari Selatan. Kunjung belajar dimaksudkan  agar peserta bisa mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik baik yang telah diamati.(red)
Share this article :

Posting Komentar

NUSANTARA BERSATU

EDISI TABLOID CERDAS

EDISI TABLOID CERDAS
 
Support : Creating Website | Lawupost | Lawupost Template
Copyright © 2011. Lawu Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lawupost Template
Proudly powered by Lawupost