KOTA BANDUNG -LAWUPOST- Kawasan Saparua, Jalan Ambon, Kota Bandung, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat untuk menikmati suasana malam sekaligus berburu beragam jajanan.
Memasuki malam hari, deretan lapak kuliner mulai dipadati pengunjung. Cahaya lampu dari lapak pedagang berpadu dengan lalu-lalang masyarakat yang datang bersama keluarga, teman maupun kelompok kecil.
Saparua selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik di Kota Bandung. Selain menjadi tempat berolahraga dan berbagai aktivitas masyarakat, kawasan di sekitarnya juga berkembang menjadi salah satu titik kuliner malam yang menawarkan beragam pilihan jajanan.
Aktivitas kuliner malam di kawasan Saparua telah berkembang sejak sekitar 2013 dan hingga kini masih menjadi tujuan masyarakat untuk menghabiskan waktu sambil menikmati aneka makanan.
Saat malam semakin ramai, area parkir kendaraan juga ikut dipadati pengunjung. Sepeda motor terlihat memenuhi ruang parkir yang tersedia. Pada waktu tertentu, terutama malam libur, pengunjung bahkan harus berkeliling terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat parkir.
Setelah melewati area parkir, suasana kuliner semakin terasa. Berbagai lapak berjajar menawarkan makanan dan jajanan, mulai dari seblak, batagor, cilok, sate taichan, mi kocok, dimsum, lumpia beef hingga aneka minuman.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri kawasan sambil melihat-lihat makanan yang tersedia sebelum menentukan pilihan. Suasana inilah yang membuat pengalaman kuliner di Saparua terasa berbeda.
Salah seorang pedagang ayam di kawasan Saparua, Iis, mengatakan dagangannya hampir setiap malam ramai didatangi pembeli.
“Hampir setiap malam tempat jualan saya teh selalu ramai sama pembeli, apalagi waktu libur mah pembelinya suka sampai penuh,” ujar Iis.
Moci Gemoy Ikut Kebanjiran Pembeli
Keramaian juga dirasakan oleh pedagang jajanan kekinian, salah satunya Moci Gemoy. Setiap hari, lapaknya terlihat padat dikunjungi para penikmat jajanan yang ingin mencoba moci dengan berbagai pilihan rasa.
Antusiasme pembeli semakin terlihat ketika kawasan Saparua mulai dipadati pengunjung. Mereka silih berganti mendatangi lapak Moci Gemoy, baik untuk disantap langsung maupun dibawa pulang.
Tingginya minat pembeli bahkan membuat persediaan Moci Gemoy kerap cepat habis. Sejumlah pengunjung yang datang belakangan harus menunggu atau tidak kebagian karena stok jajanan sudah terlebih dahulu diborong pembeli.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana jajanan kekinian turut menjadi daya tarik kuliner malam di Saparua. Moci Gemoy hadir melengkapi pilihan makanan yang tersedia bagi masyarakat yang datang untuk berburu jajanan.
Tidak hanya makanan berat dan jajanan khas Bandung, pengunjung juga dapat menemukan berbagai kuliner kekinian yang menarik perhatian, terutama bagi kalangan anak muda.
Keramaian di kawasan ini bukan hanya terjadi pada satu lapak. Pengunjung terus bergerak dari satu pedagang ke pedagang lainnya, memilih makanan sesuai selera sebelum kemudian menikmati jajanan sambil bercengkerama.
Suasana tersebut membuat Saparua bukan sekadar tempat makan. Aktivitas berjalan-jalan, melihat-lihat dagangan, memilih jajanan dan menikmati malam bersama orang terdekat menjadi bagian dari pengalaman tersendiri.
Semakin malam, kawasan tersebut justru semakin hidup. Lampu-lampu lapak, kendaraan yang memenuhi area parkir, aroma makanan dan ramainya pengunjung menciptakan suasana khas kuliner malam Kota Bandung.
Dengan beragam pilihan kuliner, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan kekinian seperti Moci Gemoy, Saparua terus menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi para pemburu kuliner malam. (Deddy)

