-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pocari Sweat Run 2026 Dorong Bandung Makin Kuat sebagai Kota Sport Tourism

Selasa, 22 September 2026 | 14.46 WIB Last Updated 2026-09-22T07:46:07Z


BANDUNG -LAWUPOST-  Kota Bandung terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan kegiatan olahraga sekaligus wisata olahraga atau sport tourism. Berbagai event olahraga dinilai tidak hanya menghadirkan aktivitas kompetisi, tetapi juga membuka pergerakan ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bandung.


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri Lunch Gathering Pocari Sweat Run Indonesia 2026 di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).


Farhan mengatakan, penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga di Bandung memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar pertandingan. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah turut menciptakan aktivitas ekonomi di sektor transportasi, kuliner, akomodasi hingga usaha masyarakat.


“Event olahraga tidak sekadar event. Percaya atau tidak, tahun lalu kita menjadi tuan rumah kejuaraan internasional bridge. Yang datang sekitar 900 orang,” ujar Farhan.


Menurutnya, meskipun olahraga bridge memiliki karakter pertandingan yang relatif tenang dan tidak selalu mendapat perhatian luas masyarakat, penyelenggaraannya tetap mampu memberikan dampak terhadap perekonomian kota.


“Ketika mereka bermain bridge harus tenang, makanya orang tidak banyak tahu. Tetapi itu menciptakan pergerakan ekonomi,” katanya.


BANDUNG BERSIAP MENJADI TUAN RUMAH BERBAGAI EVENT


Farhan menyebut agenda olahraga di Kota Bandung ke depan akan semakin beragam. Selain Pocari Sweat Run Indonesia, Bandung juga akan menjadi salah satu daerah yang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat.


Selain itu, pada Desember mendatang juga dijadwalkan berlangsung Jambore Sepeda Lipat Nasional.


“Bandung akan semakin ramai menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga, baik yang kompetitif maupun yang berbentuk sport tourism,” ucapnya.


Farhan juga mengapresiasi keberadaan Pocari Sweat Run Indonesia yang telah diselenggarakan di Bandung sejak 2017. Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung turut terlibat secara langsung melalui kolaborasi dengan pihak penyelenggara.


Menurutnya, kesinambungan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa event olahraga dapat menjadi bagian dari pengembangan aktivitas kota sekaligus mendukung sektor ekonomi dan pariwisata.


KEAMANAN PESERTA JADI PERHATIAN


Selain dampak ekonomi, Pemerintah Kota Bandung memberikan perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung.


Salah satu perhatian yang disampaikan Farhan berkaitan dengan peserta yang menggunakan masjid di sepanjang rute untuk melaksanakan salat Subuh.


Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan sebelumnya terdapat laporan dua peserta kehilangan sepatu setelah melaksanakan salat Subuh sehingga tidak dapat mengikuti perlombaan.


“Saya sangat terkesan karena pengamanan masjid sangat baik. Beberapa bulan lalu ada dua pelari yang menangis karena tidak bisa mengikuti lomba karena sepatunya hilang setelah salat Subuh. Menurut saya, itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Farhan.


Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemkot Bandung telah berkoordinasi dengan camat, lurah dan Linmas di wilayah yang dilalui rute lomba.


Farhan meminta seluruh unsur kewilayahan turut memastikan keamanan barang peserta yang menggunakan fasilitas masjid.


“Selama dua hari ini, kalau ada peserta yang menumpang salat di masjid, tidak boleh ada satu pun barang yang hilang,” tegasnya.


PENYESUAIAN RUTE DAN KOORDINASI DENGAN PENGGUNA JALAN


Farhan juga mengingatkan adanya sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus atau pinch point selama perlombaan berlangsung.


Pemkot Bandung bersama pihak penyelenggara telah melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap rute. Meski demikian, sebagian besar rute yang sebelumnya digunakan tetap dipertahankan.


Peserta diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melewati sejumlah persimpangan, termasuk kawasan yang berada di bawah jalan layang.


Di sisi lain, Farhan mengapresiasi komunikasi yang terjalin antara pelari dengan pengguna jalan. Menurutnya, interaksi yang baik antara peserta, marshal dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan.


“Para pelari juga saya lihat berinteraksi dengan para pengendara dengan baik. Kekhawatiran bahwa marshal akan ikut emosi juga tidak terjadi,” tuturnya.


Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, peserta dan masyarakat, pelaksanaan Pocari Sweat Run Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap geliat ekonomi serta pengembangan sport tourism di Kota Bandung. (Deddy)