BANDUNG -LAWUPOST.COM- Paguyuban Satria Kiansantang Barisan Reformasi (Paskibar) menggelar aksi demo di depan Disdik Kota Bandung, Senin (14/9/2026).
Demo Paskibar menuntut transparansi penyaluran RMP dan perlindungan anak rawan putus sekolah.
P. Wardaya dari DPC Paskibar berdiri tegak, dengan suara lantang, menyampaikan orasi panjang yang mengarah pada sejumlah persoalan kebijakan pendidikan.
Mereka tidak ingin bantuan pendidikan berhenti sebagai angka dalam laporan administrasi, bantuan harus sampai kepada anak yang membutuhkan.
Sementra itu Ketua DPD Kota Bandung Paskibar, A Marsyal, menjelaskan sikap organisasi terkait aksi tersebut.
Paskibar menyampaikan tiga tuntutan konkret.
Pertama, membuka sistem informasi dan data penerima RMP secara real-time serta dapat diakses publik.
Kedua, membentuk tim pengawas independen yang melibatkan unsur masyarakat dan akademisi untuk mengawal penyaluran RMP.
Ketiga, memberikan jaminan tertulis bahwa seluruh anak rawan putus sekolah dapat terakomodasi tanpa diskriminasi dan tanpa birokrasi yang dinilai membelenggu.
Tiga tuntutan itu pada dasarnya bermuara pada satu hal transparansi dan keadilan pendidikan.(Deddy)

