Padalarang (LawuPost) Puluhan bangunan liar di atas bantaran sungai Kp Babakan yang terletak di RW 13 dan 14 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang, dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung Barat Kamis, 23/02/2017.
Pembongkaran dilakukan karena mengganggu Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebanyak 24 bangunan liar tersebut, berupa kios semi permanen yang terbentang di sepanjang lima ratus meter diatas bantaran sungai dan telah berdiri sejak kurang lebih lima tahunan.
Plt Kepala Dinas Satpol PP KBB Rini Sartika S.Sos.M.Si mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan proses sesuai prosedur (SOP) sebelum pembongkaran dilakukan. Mulai dari himbauan, peringatan, sosilisaai dan tenggang waktu.
"Alhamdulillah secara keseluruhan eksekusi relatif berjalan kondusif, kalaupun ada komplain dan penolakan itu wajar, namun yang jelas kita telah melaksanakannya sesuai SOP" Tegasnya.
Rini mengharapkan setelah penertiban ini dilakukan, masyarakat tidak lagi menggunakan lahan diatas sungai karena dapat mengganggu aliran sungai. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pengairan untuk penataan selanjutnya.
Disinggung target ke depan terkait penertiban selanjutnya, Ia menuturkan bahwa bahu jalan dan DAS merupakan prioritasnya, dan akan dilakukan secara bertahap mengingat terbatasnya personil yang ada.
Dalam penertiban tersebut Satpol PP menerjunkan sebanyak 60 personil, ditambah sekitar 30 pasukan tambahan dari TNI dan Polri guna pengamanan dan antisipasi penolakan warga. Tidak ada kejadian signifikan mengenai hal yang tidak diinginkan sejak dimulainya penertiban pada pukul 09:00 sampai selesai tersebut. (Cep/di)
Pembongkaran dilakukan karena mengganggu Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebanyak 24 bangunan liar tersebut, berupa kios semi permanen yang terbentang di sepanjang lima ratus meter diatas bantaran sungai dan telah berdiri sejak kurang lebih lima tahunan.
Plt Kepala Dinas Satpol PP KBB Rini Sartika S.Sos.M.Si mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan proses sesuai prosedur (SOP) sebelum pembongkaran dilakukan. Mulai dari himbauan, peringatan, sosilisaai dan tenggang waktu.
"Alhamdulillah secara keseluruhan eksekusi relatif berjalan kondusif, kalaupun ada komplain dan penolakan itu wajar, namun yang jelas kita telah melaksanakannya sesuai SOP" Tegasnya.
Rini mengharapkan setelah penertiban ini dilakukan, masyarakat tidak lagi menggunakan lahan diatas sungai karena dapat mengganggu aliran sungai. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pengairan untuk penataan selanjutnya.
Disinggung target ke depan terkait penertiban selanjutnya, Ia menuturkan bahwa bahu jalan dan DAS merupakan prioritasnya, dan akan dilakukan secara bertahap mengingat terbatasnya personil yang ada.
Dalam penertiban tersebut Satpol PP menerjunkan sebanyak 60 personil, ditambah sekitar 30 pasukan tambahan dari TNI dan Polri guna pengamanan dan antisipasi penolakan warga. Tidak ada kejadian signifikan mengenai hal yang tidak diinginkan sejak dimulainya penertiban pada pukul 09:00 sampai selesai tersebut. (Cep/di)