Puspen TNI (LawuPost) Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi
oleh Kepala Balai Budidaya Perikanan Ir. Nano Hartanto sebagai pemandu. Balai
budidaya ini adalah milik Dirjen Budidaya Perikanan, Kementerian Kelautan dan
Perikanan.
"Kebijakan
Presiden tentang poros maritim itu bukan hanya permukaannya saja. Tapi juga
dalam dan dasarnya juga," ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
pada saat mengunjungi Balai budidaya ikan di Ambon, Kamis (31/12/2015).
Menurut
Panglima TNI, Provinsi Maluku khususnya Ambon meski tidak memiliki industri tetapi
memiliki potensi kelautan. Salah satunya adalah upaya pembibitan yang dilakukan
di Balai Budidaya Perikanan. Bibit ikan untuk konsumsi seperti kakap, tuna dan
kerapu dihasilkan di balai ini. Selain itu juga ada udang dan ikan hias.
Lebih lanjut
Jenderal TNI mengatakan, kombinasi adanya potensi alam dan bibit ternak
perikanan jadi satu paduan untuk mendapatkan hasil laut yang baik. Satu contoh
yang dilakukan adalah pembuatan keramba di Teluk Ambon Dalam. "Ada lahan
yang luas seperti ini harus dimanfaatkan. Masyarakat mungkin belum tahu, tapi
sudah mulai banyak," katanya.
Panglima TNI
beserta rombongan kemudian berpindah ke Sekolah Usaha Perikanan Menengah
Waiheru Ambon. Ini adalah keramba yang jadi tempat belajar budidaya ikan. Siswa
sekolah menengah kejuruan rutin datang ke sini untuk praktik budidaya ikan. Di
tempat ini juga TNI AD mempunyai keramba ikan yang sudah berjalan selama 3
bulan.
"Di teluk
ini anggota TNI juga mempunyai keramba. Selain itu dari kepolisian juga akan
buat. Ke depan, kita akan buat yang lebih besar," tutur Jenderal Gatot.
Sementara itu
menurut Kepala Balai Budidaya Perikanan Ir. Nano Hartanto menyampaikan, pola
budidaya keramba berbeda dengan tambak. Keramba juga tidak memerlukan ongkos
yang besar. Sedangkan tambak, selain butuh kincir air untuk menjaga kadar
oksigen di air juga kurang memperhatikan kelestarian alam. Menebang pohon
mangrove juga menggunakan pakan pur, bisa menyebabkan pengendapan di dasar air.
"Intinya, keramba di sini juga turut memperhatikan soal kelestarian alam.
Budidaya yang dilakukan tidak boleh sampai merusak alam," tambahnya.
Saat ini,
menurutnya, kurang lebih 40 orang telah ikut membuat keramba. Balai Budidaya
Perikanan juga siap untuk menjadi fasilitator kepada para warga yang hendak
membuka usaha budidaya ikan. Pendampingan ini dilakukan dengan melakukan
transfer ilmu dasar tentang budidaya ikan.
Setelah mengunjungi
Balai Budidaya Perikanan, Panglima TNI juga mengunjungi Batalyon Infanteri
(Yonif) 733 Raider di Ambon. Kemudian memberikan bantuan berupa sepeda motor
klx 6 unit, beras @50 kg. 30 karung, mi instan 200 kardus dan gula @25 kg. 4
karung.
Hadir pada acara
tersebut Asops Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Kapuspen
TNI, Pangdam XVI/Ptm dan Kapolda Maluku Tengah.
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G.
S.Sos., M.M.

