CIMAHI,LAWU POST.COM– Kegiatan belajar mengajar di Kota Cimahi masih berlangsung secara tatap muka meski dampak debu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dilaporkan terasa di sejumlah wilayah. Pemerintah belum mengambil keputusan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara menyeluruh.
Namun, Dinas Pendidikan Kota Cimahi langsung menerapkan sejumlah langkah mitigasi di lingkungan sekolah. Aktivitas peserta didik di luar ruangan menjadi perhatian utama dan akan dibatasi selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya dinyatakan aman.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna mengatakan seluruh satuan pendidikan telah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan paparan partikel debu halus.
"Untuk kegiatan di luar kelas dibatasi atau ditiadakan sementara, ruang kelas dijaga tetap tertutup guna mencegah masuknya partikel vulkanik, dan penggunaan masker diwajibkan jika berada di luar ruangan," tegas Nana.
Kebijakan tersebut ditempuh agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan peserta didik. Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan harian dengan kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.
Terkait kemungkinan pemberlakuan sekolah daring, Nana menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Dinas Pendidikan masih melakukan koordinasi dan menunggu hasil evaluasi bersama Pemerintah Kota Cimahi serta unsur terkait di wilayah Bandung Raya.
Persoalan ketersediaan masker bagi siswa juga menjadi perhatian. Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk memastikan adanya tambahan pasokan apabila kebutuhan di sekolah meningkat.
"Pemerintah Kota Cimahi menegaskan kebijakan pendidikan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi. Jika kondisi paparan debu vulkanik meningkat dan dinilai berpotensi mengancam kesehatan siswa maupun tenaga pendidik, opsi PJJ akan menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi terpadu," tandasnya. (**)

