-->
×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati World Rabies Day, Dispernakan KBB Gencarkan Vaksinasi dan Edukasi Masyarakat

Senin, 28 September 2026 | 12.21 WIB Last Updated 2026-09-28T05:21:12Z

 


LAWPOST? KZN. BANDUNG BARAT — Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menggencarkan upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui vaksinasi, sterilisasi hewan, edukasi masyarakat, serta penguatan pelaporan kasus.

Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Podcast Live Instagram Dispernakan KBB dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD), Senin (28/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya rabies sekaligus langkah yang harus dilakukan untuk mencegah penularannya. Rabies merupakan penyakit yang disebabkan virus Lyssavirus yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini memiliki tingkat kematian hampir 100 persen apabila gejala klinis sudah muncul, namun dapat dicegah melalui vaksinasi.

Di Indonesia, hewan penular rabies (HPR) yang utama antara lain anjing, kucing dan kera. Gejala rabies pada hewan dapat berupa perubahan perilaku menjadi agresif, menggigit benda apa saja, takut air dan cahaya, serta mengeluarkan air liur berlebihan. Pada bentuk lainnya, hewan dapat mengalami kelumpuhan, rahang menggantung dan kesulitan menelan.

Penularan rabies terutama terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi karena virus terdapat dalam air liurnya. Penularan juga dapat terjadi melalui cakaran atau jilatan pada luka terbuka maupun selaput lendir mata dan mulut.

KBB Masih Berstatus Daerah Tertular

Dispernakan KBB menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung Barat saat ini masih berstatus tertular rabies dan masih terdapat laporan kasus gigitan HPR.


Meski kasus positif rabies terakhir pada hewan tercatat pada 2020 dan kejadian pada manusia terakhir pada 2023, risiko penularan tetap perlu diwaspadai. Tingginya lalu lintas hewan serta keberadaan hewan liar menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran rabies.

Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu langkah utama dalam pencegahan. Vaksinasi rabies pada hewan memiliki efektivitas lebih dari 95 persen. Vaksin pertama dapat diberikan ketika anjing atau kucing berusia minimal empat bulan dan selanjutnya dilakukan pengulangan atau booster setiap tahun.

Dispernakan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hewan peliharaan digigit atau menunjukkan gejala rabies untuk melakukan vaksinasi.

Gigitan Harus Segera Ditangani

Masyarakat juga diminta tidak menganggap sepele luka akibat gigitan HPR, meskipun luka terlihat kecil.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun atau detergen selama 15 menit. Luka tidak dianjurkan langsung ditutup atau dijahit sebelum mendapatkan penanganan medis.

Setelah mencuci luka, korban harus segera mendatangi Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi medis.

Dispernakan juga menegaskan sejumlah mitos seperti mengoleskan cabai, bawang atau minyak pada luka gigitan, maupun membawa korban terlebih dahulu kepada dukun, merupakan tindakan yang tidak tepat dan dapat memperlambat penanganan medis.

Gencarkan Vaksinasi dan Sterilisasi

Dalam rangka World Rabies Day 2026, Dispernakan KBB menargetkan pemberian 2.000 dosis vaksin rabies gratis kepada hewan penular rabies.

Program tersebut dilaksanakan di berbagai lokasi dengan melibatkan dokter hewan profesional, klinik hewan swasta, unit usaha mitra, komunitas serta masyarakat, termasuk lingkungan perumahan di wilayah Bandung Barat.

Selain vaksinasi, Dispernakan juga menjalankan program sterilisasi kucing bersubsidi dengan target 100 ekor jantan dan 100 ekor betina. Program yang telah berlangsung sejak awal September 2026 tersebut dilaksanakan di Klinik Hewan Cempakamekar dan Klinik Hewan Cisarua.

Biaya sterilisasi bersubsidi ditetapkan sebesar Rp185.000 untuk kucing jantan dan Rp260.000 untuk kucing betina, dengan sejumlah persyaratan, antara lain hewan dalam kondisi sehat, berusia minimal tujuh bulan, serta memenuhi ketentuan kesehatan dan reproduksi yang ditetapkan.

Rangkaian kegiatan WRD juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui kegiatan vaksinasi gratis bersama Indogrosir dan Me-O di Indogrosir Padalarang.

Pada momentum WRD, Dispernakan KBB juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Hewan Jawa Barat, PDHI Jabar 1 dan Jogya Junction dalam kegiatan vaksinasi rabies serta pelayanan kesehatan hewan gratis di Jogya Junction Lembang.

Dorong Responsible Pet Ownership

Selain intervensi medis dan vaksinasi, masyarakat didorong menerapkan konsep Responsible Pet Ownership atau kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.

Hal tersebut meliputi pemberian vaksinasi secara rutin, tidak melepasliarkan hewan, memenuhi kebutuhan pangan dan kesejahteraan hewan, serta mengendalikan reproduksi melalui sterilisasi untuk mencegah populasi hewan yang tidak terkendali.

Dispernakan juga terus memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan kader zoonosis sebagai mitra dalam pelaporan dan deteksi dini penyakit. Kader diharapkan menjadi mata dan telinga di lapangan, terutama dalam melaporkan kasus gigitan maupun keberadaan hewan yang menunjukkan perilaku mencurigakan.

Pelaporan secara cepat sangat penting agar petugas dapat segera melakukan respons, observasi dan investigasi terhadap hewan yang diduga menjadi penular rabies.

Menuju Indonesia Bebas Rabies 2030

Dalam upaya mendukung target Indonesia Bebas Rabies 2030, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya cakupan vaksinasi HPR yang belum mencapai 70 persen populasi sebagai salah satu prasyarat kekebalan kelompok, populasi anjing liar yang masih tinggi, serta perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kepemilikan hewan yang bertanggung jawab dan pentingnya segera melaporkan kasus gigitan.

Melalui momentum World Rabies Day, Dispernakan KBB mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam memutus rantai penularan rabies.

“Rabies itu mematikan, tapi bisa dicegah. Kuncinya ada di kita. Ayo sayangi hewan dengan cara yang benar: vaksinasi, jangan lepasliarkan, dan segera cuci luka serta ke Puskesmas jika tergigit. Bersama masyarakat, kita bisa wujudkan Bandung Barat dan Indonesia bebas rabies,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. M.PUTRI M