-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HAN ke-42 di Cimahi: Anak Diminta Berani Bersuara dan Peduli Masa Depan Bumi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13.56 WIB Last Updated 2026-08-27T06:56:06Z


CIMAHI, LAWU POST.COM– Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Cimahi tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan anak sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan aspirasi. Kegiatan yang dirangkai dengan pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028 tersebut berlangsung Kamis (27/8/2026) di Selasar Gedung B.


Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana menegaskan, HAN tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan yang berhenti pada seremoni. Peringatan tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama, termasuk memastikan anak dapat tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.


"Menurut Ngatiyana, anak merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka harus diberikan ruang untuk bermimpi, berprestasi, menyampaikan pendapat, serta berkembang dalam lingkungan yang aman dan nyaman tanpa dibatasi oleh latar belakang sosial maupun kondisi keluarga," ujarnya.


Sayang anak, lindungi dan bangun masa depan,” menjadi pesan utama yang disampaikan Ngatiyana. Ia menilai kepedulian terhadap anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui kebijakan pemerintah, tetapi harus diperkuat melalui peran keluarga, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah serta aman bagi tumbuh kembang anak.



“Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegas Ngatiyana.


Dalam peringatan HAN tahun ini, Ngatiyana juga menyoroti pentingnya kepedulian anak terhadap lingkungan. Pesan “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga” atau “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


Ia mengajak anak-anak Cimahi mulai membangun kepedulian lingkungan dengan memilah dan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.


Sementara itu, pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028 menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ngatiyana mengapresiasi keterlibatan kalangan pelajar dalam forum tersebut karena dinilai menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan, organisasi, tanggung jawab dan kepedulian sosial.


Ngatiyana berpesan agar para pengurus Forum Anak Jati Mandiri tidak merasa minder hanya karena masih berusia muda. Menurutnya, anak muda justru memiliki energi, kreativitas dan keberanian yang dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan baru bagi Kota Cimahi.


“Keberanian bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di depan. Kepemimpinan adalah tentang mau mendengar, mau melayani, mau bekerja sama dan berani bertanggung jawab,” ujarnya.


Pesan lain yang tak kalah penting disampaikan Ngatiyana terkait kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan dan diskriminasi. Ia meminta anak-anak tidak memilih diam ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan tersebut.



"Ngatiyana mendorong anak-anak untuk berani meminta pertolongan kepada orang tua, guru pendamping maupun memanfaatkan layanan perlindungan SAPA 129. Menurutnya, keberanian melapor merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri sekaligus membantu menyelamatkan anak lain dari tindakan kekerasan," tegasnya.


Berani melaporkan bukan berarti lemah. Berani meminta pertolongan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.


"Ngatiyana mengajak para orang tua dan guru terus memberikan kasih sayang, edukasi serta keteladanan kepada anak. Ia berharap HAN ke-42 menjadi titik penguatan gerakan bersama untuk melahirkan generasi Cimahi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, peduli lingkungan dan memiliki keberanian untuk menjadi pemimpin masa depan. (**)