LAWUPOST, KABUPATEN BANDUNG BARAT,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan seleksi Calon Anggota Paskibraka 2026 berjalan transparan tanpa intervensi. Sistem online yang terintegrasi langsung dengan BPIP Pusat digunakan untuk menutup celah praktik “titipan”.
Kepala Bidang Politik Kesbangpol KBB Jaja, http://S.Sos., mengatakan dari 333 pendaftar awal yang berasal dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, 70 peserta gugur di tahap awal karena tidak mengikuti seleksi video. “Pelaksanaan kali ini sangat transparan karena berbasis sistem BPIP Pusat. Kami di daerah hanya pelaksana teknis. Tidak ada jatah per kecamatan. Kalau sistem menilai tidak lolos, ya tidak bisa dipaksakan,” ujar Jaja, Senin /(11/05/2026].
Seleksi dilakukan bertahap untuk menjaring putra-putri terbaik daerah. Tahapannya meliputi: 1. *Seleksi Administrasi*: Verifikasi berkas secara digital.
2. *TWK & TIU*: Menguji wawasan kebangsaan dan intelegensia umum.
3. *Tes Kesehatan & Parade*: Dilakukan tim medis profesional.
4. *Kesamaptaan & PBB*: Digelar di Pusdiklathanudnas Siswau Lembang.
5. *Wawancara Kepribadian*: Tahap akhir untuk menilai karakter dan mental peserta.
Target akhir adalah 40 orang terbaik. Sebanyak 38 orang akan bertugas di tingkat KBB, sementara satu pasang putra-putri mewakili KBB di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Jaja optimistis kualitas peserta tahun ini mampu membawa KBB kembali ke tingkat nasional. Ia menargetkan prestasi 2016 terulang, saat putra daerah KBB lolos ke Istana Negara.
“Kami berharap 2026 jadi momentum mengulang sejarah 2016. Dengan seleksi objektif di Siswau, kami yakin bisa melahirkan anak bangsa terbaik yang membanggakan Bandung Barat,” katanya.
Saat ini kondisi peserta dilaporkan stabil dan siap mengikuti tes fisik serta pantofir yang akan digelar dalam waktu dekat di Lembang. (di)

