Selamat Datang Di Website Lawupost.com (Menyatukan Inspirasi Dan Motivasi) RESENSI BUKU NON FIKSI " PENDIDIKAN PANCASILA DI ERA GLOBALISASI " | Lawu Post

RESENSI BUKU NON FIKSI " PENDIDIKAN PANCASILA DI ERA GLOBALISASI "

Sabtu, 02 November 20190 komentar

IDENTITAS BUKU 
Judul Buku : Pendidikan Pancasila
Penyunting : Hayat dan H. Suratman
Penulis : M. Taufik, S.H.. M.H., Diyan Isnaeni, S.H., M.Hum., Dr. H. Mariyadi, S.H., M.H., Prof. Dr. H. Yaqub Cikusin, S.H., M.Si., Dr. Hj. Rahmatul Hidayati, S.H., M.H., Dr. H. Suratman, S.H., M.Hum., Drs. H. Mohammad Bakar Misbakul Munir, M.H., Umar Said Sugiharto, S.H., M.H., Dr. H. Abdul Rokhim, S.H., M.Hum., Hayat, S.AP., M.Si., Drs. Noorhuda Muchsin, B.E., M.M., Dr. Ir. Sumartono, M.P.
Penerbit : BASKARA MEDIA
Tahun Terbit : 2018
Tebal Buku : 382 halaman
Presensi                         : Leydita Setia Ningrum

Buku Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi ini merupakan buku yang membahas Pancasila secara lebih luas. Dimulai dari Pancasila dalam Lintasan Sejarah, Pengertian Pancasila dan Perkembangannya sampai Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ). Didalam buku ini ada 11 baba dengan pokok-pokok pembahasan.

Bab 1 membahas tentang Pancasila dalam Lintasan Sejarah. Yang dimaksud adalah berdirinya negara Indonesia tidak luput dari sejarah masa lalu bangsa indonesia itu sendiri seperti berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, dan Islam. Pada berkembangnya agama islam, penjajah dari Eropa mulai berdatangan, seperi Belanda, Jepang, dsb. Tujuannya yaitu mencari rempah-rempah yang ada di Indonesia. Belanda berusaha menguasai Indonesia dan terjadi perlawanan di Nusantara. Adapun pula Jepang membawa Propaganda “ Jepang Pemimpin Asia, Jepang saudara tua bangsa Indonesia “. Dan saat itulah bertumbuhnya semangat Nasionalisme bangsa Indonesia untuk melawan dan mengusir para penjajah dengan sekuat tenaga. Pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, Bung Karno didampingi Bung Hatta membacakan naskah Proklamasi dengan khidmat.

Bab 2 membahas Pengertian Pancasila dan Perkembangnya yaitu Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pada Orde Lama, Pancasila berdasarkan paradigma yang berkembang pada situasi dunia, banyak tantangan yang dihadapi, yaitu muncul kelompok nasionalis-religius yang belum menerima Pancasila. Pada Orde Baru, Pancasila diliputi paradigma yang esensianya adalah bagaimana menegakkan stabilitas guna mendukung rehabilitasi dan pembangunan Indonesia. Pada Orde Reformasi, Pancasila sebagai sumber nilai memiliki aspek pelaksanaan yang mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat.

Bab 3 membahas Pancasila sebagai Ideologi Negara yaitu dalam arti cita-cita Negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakya dan bangsa. 

Bab 4 membahas Pancasila sebagai Sistem Filsafat yaitu suatu kesatuan organis. Artinya, antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran dasar Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan masyarakat bangsa indonesia.

Bab 5 membahas Pancasila sebagai Etika Politik yaitu secara normatif dapat dijadikan sebagai suatu acuan atas tindakan baik, dan secara filosofis dapat dijadikan perspekif kajian atau nilai dan norma serta moral yang berkembang dalam masyarakat. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan asas legitimasi hukum.

Bab 6 membahas Hubungan Agama dan Pancasila yaitu Agama merupakan realitas yang berada di sekeliling manusia,memiliki kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Indonesia dengan Pancasila telah memberikan guidance soal relasi agama dan negara secara universal. 

Bab 7 membahas Pacasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara yaitu Pancasila merupakan paradigma dalam membangun Masyarakat Madani, Kehidupan Bergama, Pengembangan Iptek dan Imtaq, Pengembangan Bidang Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Hankam.

Bab 8 membahas Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila memiliki 5 sila yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sila ke-1 menekankan fundamental etik-religius Negara RI yang bersumber dari moral ketuhanan yang diajarkan oleh agama dan keyakinan masing-masing. Sila ke-2 kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan pada potensi akal budi dan hati nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kesusilaan umum. Sila ke-3 mencakup persatuan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sila ke-4 kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara berada ditangan Rakyat. Sila ke-5 terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat indonesia dan setiap orang memiliki persamaan hak atau perlakuan oleh Negara.

Bab 9 membahas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945 memenuhi syarat mutlak staatsfundamental dari segi terjadinya sedangakan Hubungan Pancasila dengan Pasal-pasal UUD 1945 sebagai nilai instrumental yang berfungsi sebagai alat untuk mewujudkan nilai dasar

Bab 10 membahas Sistem Pemerintahan. Pada awal pemerintahan Ir. Soekarno Indonesia mengadopsi sistem presidensil, kemudian berubah menjadi parlementer dan kembali kepada sistem presidensil. Ketika masa Soeharto Indonesia lebih condong kearah quasi presidensil. 

Bab 11 membahas Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ) mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan IPTEK harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai pancasila. Peran pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran.

Kelebihan Buku : - Mencakup semua materi yang berhubungan dengan Pancasila lebih luas dari sejarah hingga pengembangan IPTEK. 

Kekurangan Buku : Terdapat kata yang tidak sesuai, banyak ulasan yang terlalu ringkas dan sulit untuk dipahami, tidak ada gambar yang mendukung pokok-pokok pembahasan.

_______________________________________
Team Redaksi www.lawupost.com
Aetikel Kiriman : Leydita Setia Ningrum
Share this article :

Posting Komentar

NUSANTARA BERSATU

NUSANTARA BERSATU

PEMKOT CIMAHI

PEMKOT CIMAHI

EDISI TABLOID CERDAS

EDISI TABLOID CERDAS
 
Support : Creating Website | Lawupost | Lawupost Template
Copyright © 2011. Lawu Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Lawupost Template
Proudly powered by Lawupost